Tangki septik (septic tank) adalah elemen vital dari infrastruktur bangunan. Namun, letaknya yang tertanam di bawah tanah seringkali terlupakan. Akibatnya, Anda baru sadar ketika masalah serius datang menghampiri.
Oleh karena itu, sistem sanitasi ini harus dijaga secara optimal. Untuk mencapainya, menerapkan tips merawat septic tank sangatlah dianjurkan. Tentu saja, hal ini berlaku bagi keluarga maupun pengelola indekos.
Faktanya, perawatan yang tepat ampuh menunda siklus penyedotan hingga bertahun-tahun. Pada akhirnya, langkah ini akan sangat menghemat pengeluaran bulanan Anda.
Jangan Pernah Jadikan Kloset Sebagai Tempat Sampah
Langkah pertama adalah memberikan edukasi kepada seluruh penghuni rumah. Sebagai alternatif, pasang peringatan tertulis di setiap pintu kamar mandi kos. Intinya, larang mereka membuang benda apa pun ke dalam kloset.
Misalnya, sampah harian seperti tisu wajah dan tisu basah. Selain itu, bungkus sampo sachet, kapas, hingga puntung rokok sering dibuang sembarangan. Padahal, bahan-bahan tersebut sama sekali tidak dapat terurai secara alami.
Akibatnya, benda asing ini lama-kelamaan menumpuk menjadi endapan keras. Selanjutnya, endapan ini menghabiskan volume ruang penampungan di dasar tangki. Bahkan, benda tersebut sangat berpotensi menyumbat leher angsa pipa pembuangan.
Hindari Penggunaan Cairan Kimia Berlebih
Fakta lainnya, banyak orang tidak memahami proses penghancuran limbah. Sebenarnya, proses ini sangat bergantung pada koloni bakteri pengurai alami.
Terkadang, ibu rumah tangga atau petugas kebersihan terlalu rajin. Contohnya, mereka rutin membersihkan kamar mandi menggunakan deterjen keras. Bahkan, cairan karbol dan pemutih pekat sering digunakan secara berlebihan.
Namun, jika cairan kimia ini sering diguyur ke dalam kloset, bahaya mengintai. Secara langsung, bahan kimia tersebut akan membunuh habis mikroorganisme alami. Akibatnya, volume tinja tidak bisa hancur dengan baik. Selanjutnya, kotoran menumpuk jauh lebih cepat dari biasanya. Akhirnya, tangki rumah pun terisi penuh sebelum waktunya.
Berikan Nutrisi Serbuk Bakteri Pengurai Berkala
Sebagai langkah perawatan ekstra, Anda bisa menggunakan metode biologis yang cerdas. Caranya, beli serbuk bakteri starter atau mikroba khusus tangki septik. Selanjutnya, taburkan serbuk ini melalui kloset setiap enam bulan sekali.
Faktanya, bakteri tambahan ini akan merangsang proses dekomposisi. Dengan demikian, proses penghancuran lumpur tinja menjadi jauh lebih cepat.
Selain itu, perhatikan juga pipa ventilasi udara atau pipa T. Biasanya, letak pipa ini ada di halaman rumah atau area parkir. Pastikan dengan cermat bahwa pipa tersebut tidak tertutup tanah. Tujuannya, agar sirkulasi gas metana pembuangan bisa keluar dengan sangat lancar. [Jadwal Ideal Kuras Septic Tank]



